Selasa, 07 Agustus 2018

    Assamu'alaikum wr.wb


                                         Seorang Santri Nakal yang Sukses

   Pondok pesantren adalah sebuah institusi pendidikan islam yang dipimpin oleh Kyai.
           Singkat cerita, santri ini betul betul nakal luar biasa. Punya hobi mencuri sandal santri lain dan yang paling parah suka mengintip santri putri mandi.
Akhirnya ia ditangkap oleh keamanan pesantren dan di sidang, hasil sidang memutuskan santri nakal ini dikeluarkan dari pesantren .Ketua keamananpun menghadap kyai 
  " Mohon maaf kyai, ini ada santri nakal. sudah melanggar peraturan pesantren yaitu mencuri sandal dan mengintip santri putri yang sedang mandi. sudah kami siding dan hasilnya, santri nakal ini harus dikeluarkan dari pesantren. karna pelanggarannya sudah sangat berat" 
     ternyata jawaban sang kyai mengejutkan.
" begini nak, kalau santri nakal itu tidak usah bilang sama saya, dulu waktu orang tuanya menitipkan pada saya, memang karna nakal. dan saya sudah berjanji untuk tidak memulangkannya sebelum dia menjadi anak baik. kalau saya ijinkan pulang, saya akan berdosa karena melanggar janji. Tapi ya sudah, kalau memang keputusan kamu begitu saya hargai. tetapi tidak saya ijinkan pulang dan akan saya buatkan kamar di rumah saya biar dia tidur disana."

                                                Hukuman Ala Sang Kyai 

         Kepada si santri nakal, sang kyai berkata " Nak, kamu sekarang tinggal sama saya. kamu saya beri 2 tugas, pertama kamu bertugas menyiapkan sejadah saya dimesjid tiap shalat subuh. kedua, kamu bertugas menyiapkan semua kitab saya setiap kali saya mengajar. Kamu harus memberi tanda dikitab itu, sampai halaman berapa pelajaran terakhir dan dimulai dari mana pelajaran hari itu. kamu tidak boleh lalai kalu sampai lalai, awas!!!!!!!!!!"
         Model pendidikan kyai seperti ini ternyata berhasil. Kebijakan kyai yang tidak memulangkan si santri nakal tetapi malah memberi tanggung jawab menjadi santri kepercayaan sang Kyai, telah mengubahnya menjadi seorang santri yang baik.
Bagaimana tidak. meskipun awalnya terpaksa, si santri harus bangun lebih awal dari sang kyai untuk menyiapkan sejadah beliaw ketika shalat subuh.
Juga untuk menyiapkan kitab sang Kyai, sisantri harus memeriksa, membuka dan membaca setiap kitab beliau saat malam sebelum tidur. Juga mengikuti semua kelas yang di isi kyai untuk ditandai, sampai mana pelajaran hari itu berlangsung. 
         
                                               Baroqah Sang Kyai , Sisan

     Secara tidak langsung,  sisantri kemudian terbiasa untuk datang kemesjid paling awal dan membaca semua kitab kyai bahkan sebelum seluruh santri dipesantren membacanya.
    Lambat laun, tahun berganti tahun, santri ini malah menjadi yang paling pintar dipesantren tersebut . Setelah pendidikan selesai,  ia pulang dan mendirikan pondok pesantren sendiri. Karena ilmunya, pesantrennya pun semakin ramai dan terkenal serta memiliki santri puluhan ribu jumlahnya..



Dahar jiga meri
kakota jadi mentri😎#santri